
Namun, viralnya FaceApp malah menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah pihak terutama soal privasi data pengguna. FaceApp dianggap tidak memiliki kebijakan privasi data yang jelas.
Aplikasi ini mengumpulkan data dan mengakses foto pengguna, informasi lokasi, penggunaan data dan riwayat pencarian (browsing).
"Untuk membuat FaceApp benar-benar bekerja, Anda harus memberinya izin untuk mengakses semua foto-foto Anda. Tapi ia juga mendapat akses ke Siri dan Search. Kenapa? Bukan untuk sesuatu yang bagus saya kira," tulis Rob La Gesse, mantan CEO perusahaan cloud Rackspace di akun facebook miliknya, seperti dikutip CNBC Indonesia dari CBS, Kamis (18/7/2019).
"Ia juga punya akses untuk refresh background, jadi bahkan ketika Anda tak menggunakan, aplikasi itu memanfaatkan Anda."
Aspek lain yang dianggap mencemaskan adalah soal di mana data disimpan. Menurut kebijakan privasi FaceApp, informasi pengguna bisa disimpan dan diproses di Amerika Serikat atau negara lain di mana FaceApp berbisnis.
Simak video tentang FaceApp dibawah ini:
[Gambas:Video CNBC]
Lanjut ke halaman berikutnya >>>
(roy/miq)
from CNBC Indonesia https://ift.tt/2LscYa1
via IFTTT
No comments:
Post a Comment